flashslide
Home
Cek Email   Isi Buku Tamu   Call Center  Forum Tanya Jawab  
Untitled Document
Jum'at, 12 Maret 2010
 
 
 
KursNilaiJualBeli
USD110,6009,600
SGD17,3506,655
JPY10011,31810,247
GBP117,26515,630
EUR115,23113,790
Tgl Update : 28 Ags 2009 
Selengkapnya...
 
 
6.50 %

Rabu, 6 Januari 2010
 
 
Maret 2010
 
 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Agenda    
 
 
 
Website Bank Indonesia  

Website ASBANDA  

Website PemProv Pap  

Edukasi Nasabah Bank  

 
 

Sejarah Singkat

PT. Bank Pembangunan Daerah Papua yang sebelum menjadi Perseroan Terbatas bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Irian Jaya, didirikan pada tanggal 13 April 1966 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Barat Nomor:37/GIB/1966 dan disahkan menjadi Peraturan Daerah Propinsi Irian Barat Nomor 1 Tahun 1970 tanggal 23 Maret 1970 pada Lembaran Daerah Propinsi Irian Barat no. 42 tahun 1970, kemudian sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor Kep.283/DDK/II/1972 tanggal 15 Juli 1972 tentang pemberian izin usaha Bank Pembangunan Daerah Irian Barat berkedudukan di Jayapura melaksanakan operasional sebagaimana Bank Umum lainnya dengan Modal Dasar pertama kali ditetapkan sebesar IB Rp.4.000.000,-.

Selanjutnya telah beberapa kali terjadi perubahan Peraturan Daerah dan yang terakhir Peda Nomor 7 tahun 1996 terdapat perubahan modal dasar bank menjadi Rp.50 miliar. Kemudian Keputusan RUPS Nomor: 05/SK/RUPS-BPD/XII/2000 telah diputuskan untuk mengubah bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah Irian Jaya dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juni 2001 disetujui perubahan modal Dasar menjadi Rp.150.000.000.000,- sekaligus mengubah bentuk hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas yang dituangkan kedalam Peraturan Daerah Propinsi Papua Nomor 2 Tahun 2002 tanggal 21 Mei 2002 tentang Bank Pembangunan Daerah Papua dan telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Provinsi Papua Nomor 23 Tahun 2002, dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 1 dan disahkan Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia Nomor C.13031 HT.01.01 Tahun 2002 tanggal 16 Juli 2002 dan Berita Negara No. 61, Tambahan Berita Negara RI No. 7480 tanggal 30 Juli 2002. Dan telah mendapat persetujuan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/147/KEP.Dp.6/2002 tanggal 11 September 2002.

Rapar Umum Pemegang Saham tanggal 17 Juni 2003 diputuskan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua meningkat menjadi Rp. 500 miliar, sebagaimana dituangkan dalam akta notaris No. 2 tanggal 3 September 2003 dan telah disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : C-29629 HT.01.04.TH.2003 tanggal 19 Desember 2003 ditetapkan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua sebesar Rp.500 miliar, hingga saat ini.


Kepemilikan

Jumlah modal disetor PT. Bank Papua sampai dengan akhir tahun 2007 adalah sebesar Rp.384,89 miliar. Apabila dibandingan dengan tahun sebelumnya maka modal disetor PT. Bank Papua meningkat sebesar Rp.86,90 miliar atau sebesar 30,03%.

Modal

Mengingat modal merupakan syarat utama beroperasinya bank secara sehat, maka manajemen PT. Bank Papua senantiasa mengupayakan pengelolaan CAR pada tingkat operable. Upaya mempertahankan CAR dengan pengendalian Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) maupun penambahan modal. Rasio kecukupan modal PT. Bank Papua per 31 Desember 2007 sebesar 31,33%.

Rasio kewajiban pemenuhan modal minimum yang tersedia untuk risiko kredit sebesar 46,67% dan Rasio kewajiban pemenuhan modal minimum yang tersedia untuk risiko kredit dan pasar sebesar 31,33%.

Pendapatan

Total pendapatan PT. Bank Papua pada tahun 2007 sebesar Rp.1.288,41 miliar. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp.413,01 miliar atau sebesar 47,18%.

Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan PT. Bank Papua pada tahun 2007 sebesar 50,06%, provisi dan komisi memberikan kontribusi sebesar 4,04% serta pendapatan operasional lainnya sebesar 0,74%.

Pendapatan bunga pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 26,16% dibandingkan tahun sebelumnya, provisi dan komisi tahun 2007 meningkat 56,49% dan pendapatan operasional lainnya sebesar 34,56%.

Biaya

Biaya operasional terdiri dari biaya bunga, biaya tenaga kerja, biaya administrasi dan umum, beban penyisihan aktiva produktif dan beban non operasional, dalam tahun 2007 berjumlah Rp.1.066,07 miliar, mengalami peningkatan sebesar 49,67% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba Usaha

Keberhasilan operasional suatu perusahaan dapat diukur melalui beberapa indikator, salah satunya adalah indikator laba usaha.

Laba usaha sebelum diperhitungkan pajak penghasilan pada tahun 2007 sebesar Rp.222,33 miliar, terjadi peningkatan sebesar 36,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jaringan Kantor

Sebagai salah satu faktor pendukung operasional yang amat penting bagi suatu bank adalah tersedianya unit-unit layanan nasabah, yaitu berupa kantor maupun layanan ATM. Jaringan operasional PT. Bank Papua tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dan Kecamatan untuk memberikan layanan bagi para nasabah. Jaringan kantor PT. Bank Papua sampai saat ini sebanyak 71 kantor dan 21 ATM dan tergabung dengan Jaringan ATM Bersama dengan jumlah peserta sebanyak 64 bank dengan 7500 lebih ATM dan Jaringan ATM Prima dengan jumlah 29 bank dengan jaringan 6500 lebih ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.



Untitled Document
 

Deposito........
Cara bijak mengembangkan dana anda dengan Aman, Praktis dan Menguntungkan

Giro........
Pilihan Terbaik Untuk Mendukung Bisnis Anda

Kredit........
Wujudkan Semua Impian Anda Dengan Cara Mudah

Safe Deposit Box........
Menjamin Keamanan Barang Berharga Anda

SIMANJA........
Produk khas Bank Papua, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan anda sekaligus pilihan investasi.

SIMPEDA........
Solusi Terbaik Mengelola Keuangan Anda

 
 
 
 
 Deposito
 Jangka WaktuBunga
 1 Bulan7.00 %  
 3 Bulan7.00 %  
 6 Bulan7.00 %  
 12 Bulan7.50 %  
 24 Bulan7.50 %  
Selengkapnya...
 
 
Bagaimana pendapat Anda jika Bank Papua membuka kantor di luar wilayah Papua, misalnya di Jakarta

 Sangat Setuju
 Setuju
 Biasa Saja
 Kurang Setuju
 Tidak Setuju


 Total Suara : 1962


     Hasil Polling
 
 
Browser IP :
38.107.191.89

User Online :
1

Total Pengunjung
Hingga Saat Ini :


 
Home | Visi Misi | Manajemen | Kinerja | Jaringan | Lowongan Kerja