Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 4,50 % 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 %
> 100 - 250 Juta 4,55 % 4,80 % 5,05 % 5,30 % 5,55 %
> 250 - 500 Juta 4,60 % 4,85 % 5,10 % 5,35 % 5,60 %
> 500 - 1 Milyar 4,65 % 4,90 % 5,15 % 5,40 % 5,65 %
> 1 Milyar 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 % 5,75 %
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 12.50 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 12.50 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 12.50 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate : 5.75% [14-05-2013] Kurs: USD-9814 SGD-7796 JPY-9569 GBP-14877 EUR-12684 AUD-9613 BND-7796 [22-05-2013] Detail . . .




Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 6,8%
Rabu, 1 Agustus 2012
Sumber : Infobanknews.com

Perekonomian Uni Eropa hingga kini masih belum menunjukan arah perbaikan sementara Amerika sudah menunjukan kondisi di titik terendah, namun belum pula menunjukan perbaikan. Jakarta–Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2013 akan dibawah 7% dari target sebesar 6,8-7,2% akibat memburuknya kondisi global. Namun, idealnya pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar % dengan catatan kondisi krisis global tidak mempengaruhi ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan, pemerintah dan Badan Anggaran melakukan pembahasan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 pada April. “Pada bulan tersebut kondisi dunia dalam situasi tengah membaik dan beberapa lembaga rating internasional juga melakukan perbaikan outlook dunia,” ujar Agus, di Jakarta, Selasa, 31 Juli 2012. “IMF pada April merubah outlook dunia menjadi 3,5% dari sebelumnya sebesar 3,3%. Tapi pada Juli ini mereka merevisi lagi pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan sebesar 3,9 persen dari sebelumnya yang diperkirakan 4,1%,” tambahnya, seperti dilansir website Kementerian Keuangan. Selain itu, lanjut Agus, perekonomian Uni Eropa hingga kini masih belum menunjukan arah perbaikan sementara Amerika sudah menunjukan kondisi di titik terendah, namun belum pula menunjukan perbaikan. Di lain pihak, Cina dan India semakin menunjukan perekonomian yang menurun. “Dengan kondisi ini pada tanggal 16 Agustus mendatang kita perkirakan pertumbuhan ekonomi akan di bawah 7% tapi masih dalam range yang kita sepakati yaitu sebesar 6,8-7,2%,” jelasnya. (*)
 
 
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111