Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 4,50 % 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 %
> 100 - 250 Juta 4,55 % 4,80 % 5,05 % 5,30 % 5,55 %
> 250 - 500 Juta 4,60 % 4,85 % 5,10 % 5,35 % 5,60 %
> 500 - 1 Milyar 4,65 % 4,90 % 5,15 % 5,40 % 5,65 %
> 1 Milyar 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 % 5,75 %
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 12.50 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 12.50 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 12.50 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate : 5.75% [14-05-2013] Kurs: USD-9823 SGD-7753 JPY-9523 GBP-14765 EUR-12616 AUD-9471 BND-7753 [24-05-2013] Detail . . .




Papua Perlu 10 Universitas Negeri untuk kembangkan SDM
Rabu, 13 Juni 2012
Sumber : Papua Pos

Pertumbuhan ekonomi di Papua cukup bagus tapi sistem konsumsinya masih rush, produksi yang lain belum kita lihat, ini bisa dikembangkan, tetapi ini memungkinkan jika kalau Sumber Daya Manusia dan infrastruktur bagus, oleh karena itu untuk mendukung hal tersebut maka di Papua perlu dibangung 10 Universitas Negeri dan 30 Politeknik,” ujar Prof. Reinal Kasali, Ph. D, Guru Besar Universitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa orang asing telah masuk ke pelosok-pelosok di Indonesia tak terkecuali yang ada di papua.” Papua adalah salah satu provonsi yang berpotensi sangat besar dan sekarang terdapat satu opini yang kuat di Jakarta, bahwa Papua harus dibangun, kita tidak bisa hanya memberikan subsidi BBM pada mayoritas orang-orang miskin tetapi kita harus memberikan infrastruktur yang kuat untuk membangun koridor di Papua,” jelas Rhenal kepada wartawan disela-sela workshop. Ia menuturkan yang menjadi masalah disini adalah SDM yang sedikit tertinggal, menurutnya kita harus punya kesungguhan membangun itu supaya orang Papua bisa menjadi tuan rumah, bisa menjadi bagian indonesia yang berwarna warni, sehingga bisa merasakan kegembiraan yang sama. Yang perlu ditingkatkan kata Rhenald, adalah etos kerja, jangan sampai menjadi tempat permasalahan. Kalau hanya bisa konsumsi kita tidak akan maju, harus bangkit sebagai bangsa indonesia yang punya pengetahuan untuk memenangkan persaingan. “persaingan sangat keras, sekarang yang mau masuk Papua bukan hanya orang Jakarta, tetapi juga dari malaysia, india, pakistan, bangladesh, nigeria dn negara lainnya. Kalau penduduk lokal tidak siap maka tidak bisa berkembang,” tandasnya. Ia mengatakan, untuk meningkatkan SDM tidak bisa menyerahkan ini semua kepada pemerintah, pemerintah pusat maupun daerah masih terbelenggu dengan birokrasi, dan biaya perjalanan dinas yang tinggi. “papua ini sedang memanggil para aktivis untuk berevolusi untuk menjadi sosial entrepremneur yakni menggunakan spirit kewirausahaan untuk membuka pintu,” tandasnya. Ia mencontohkan, anak-anak california amerika serikat tidak lagi menambang hasil bumi tetapi menambang meteor, asteroid dan itu hanya bisa dilakukan jika memiliki pengetahuan yang tinggi. “harus ada perencanaan yang bagus antara pusat dan daerah, salah satunya Bank Papua menciptakan entrepreneur muda di Papua,” kata Rhenal.
 
 
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111