Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 4,50 % 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 %
> 100 - 250 Juta 4,55 % 4,80 % 5,05 % 5,30 % 5,55 %
> 250 - 500 Juta 4,60 % 4,85 % 5,10 % 5,35 % 5,60 %
> 500 - 1 Milyar 4,65 % 4,90 % 5,15 % 5,40 % 5,65 %
> 1 Milyar 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 % 5,75 %
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 12.50 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 12.50 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 12.50 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate : 5.75% [14-05-2013] Kurs: USD-9812 SGD-7830 JPY-9594 GBP-14962 EUR-12623 AUD-9584 BND-7830 [17-05-2013] Detail . . .




Sistem Teknologi yang Tepat Bisa Buat Perbankan Lebih Hemat
Kamis, 3 Mei 2012
Sumber : Infobanknews.com

Jakarta–Biaya operasional atau overhead perbankan di Tanah Air dinilai masih cukup besar, di mana salah satunya berasal dari operasional administrasi dan sistem back office, yang bila bisa mengurangi kesalahan-kesalahan kecil dapat meningkatkan efisiensi. “Penelitian kami, dengan bantuan IT porsi 20% (biaya operasional dari back office) itu bisa diturunkan menjadi sekitar 12-14%,” tukas Account Director Ambit-Indonesia Sungard Emil Sumirat, kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 3 Mei 2012. Ia menambahkan, salah satu upaya menekan biaya operasional dari back office sendiri bisa dilakukan dengan penggunaan sistem teknologi informasi yang lebih mumpuni. Kompetisi perbankan saat ini, khususnya di Indonesia memang membutuhkan tingkat efisiensi yang cukup tinggi untuk bisa bersaing. Bank Indonesia sendiri menilai industri perbankan di Tanah Air masih jauh dari kategori efisien. Dalam meningkatkan efisiensi operasional, lanjut Emil, perbankan bisa menggunakan sistem yang membantu mempercepat proses pengambilan keputusan di seluruh lini bisnis dan operasional. Dengan begut, bank tidak hanya bagus dari sisi kualitas sistem melainkan juga mampu meningkatkan labanya. “Salah satu terobosan yang dilakukan antara lain misalnya menggabungkan aplikasi risk management menjadi bagian integral aplikasi back office di perbankan,” tandasnya. Ia menambahkan, di tengah tren baru dalam operasional bank yang menyangkut pengaturan risiko dan peranan analisa pasar, perbankan harus siap menyediakan pengolahan data dengan tingkat efisiensi dan efektivitas tinggi. (*)
 
 
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111