Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 4,50 % 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 %
> 100 - 250 Juta 4,55 % 4,80 % 5,05 % 5,30 % 5,55 %
> 250 - 500 Juta 4,60 % 4,85 % 5,10 % 5,35 % 5,60 %
> 500 - 1 Milyar 4,65 % 4,90 % 5,15 % 5,40 % 5,65 %
> 1 Milyar 4,75 % 5,00 % 5,25 % 5,50 % 5,75 %
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 12.50 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 12.50 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 12.50 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate : 5.75% [14-05-2013] Kurs: USD-9823 SGD-7753 JPY-9523 GBP-14765 EUR-12616 AUD-9471 BND-7753 [24-05-2013] Detail . . .




BI Perkirakan Ekonomi Tumbuh 6,4% di Triwulan II-2012
Sabtu, 28 April 2012
Sumber : Infobanknews.com

Bandung–Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua 2012 sebesar 6,4%, sedikit lebih rendah dibanding triwulan satu 2012 sebesar 6,5%. “Triwulan satu pertumbuhan ekonomi 6,5%, triwulan dua kita perkirakan 6,4%,” tukas Peneliti Utama Biro Riset Ekonomi Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung, kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 28 April 2012. Sedikit penurunan tersebut, lanjutnya, dikarenakan pengaruh dari ekspor yang sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Perdagangan internasional cenderung menurun seiring dengan perlambatan ekonomi global. Pun akibat pengaruh harga komoditas internasional yang secara umum masih dalam tren menurun, kecuali harga minyak. “Tapi tidak terlalu signifikan penurunannya. Kita tetap optimis tahun 2012 pertumbuhan ekonomi masih bisa di titik itu, sekitar 6,4-6,5%. Ekspor turun kan karena demandnya juga turun,” ucapnya. Sementara pada 2013 bisa mencapai 6,8% dengan tetap ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita Indonesia. Pun dari sisi investasi yang tetap kuat, sama seperti yang terjadi pada 2012. Stabilnya ekonomi makro mendukung penguatan konsumsi disertai dukungan pembiayaan. Dari sisi investasi, diperkirakan tumbuh kuat karena adanya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap kuat, dan peringat utang Indonesia yang naik ke level investment grade. “Prospek ekonomi kita bagus, tahun 2013 diperkirakan bisa mencapai 6,4-6,8%. BI perkirakan bisa di batas atas 6,7-6,8%,” tutup Juda. (*)
 
 
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111